Menjamin Anak Sehat di Tengah Masa Pandemi

Di tengah masa pandemi yang tidak menentu ini, banyak dari kita yang bingung bagaimana caranya menjamin anak tetap sehat di masa pandemi. Tahukan kamu? anak-anak termasuk dalam kelompok rentan dan kelompok tersebut adalah yang paling punya resiko tertinggi dalam hal penularan COVID-19.

Menurut The human rights, kelompok rentan ini terdiri dari perempuan, anak-anak, penyandang disabilitas, dan masih banyak yang lain. Kebanyakan dari mereka memanglah orang dewasa. Namun, hampir semua anak-anak juga merasakan perubahan rutinitas harian yang signifikan. Perubahan pola pembelajaran yang tadinya di sekolah menjadi di rumah dan kegiatan bersosialisasi dengan teman yang harus virtual, dan yang lain. Alhasil, hal ini dapat memberikan efek ke kesehatan mental dan fisik mereka. Sebagai orang tua, teman-teman tentunya sangat perlu memastikan keadaan mental dan fisik anak agar tetap baik di tengah masa sulit ini. Kalian bisa mencoba beberapa tips berikut ini!

anak menjaga jarak
sumber: gettyimages.com
  1. Kesehatan fisik anak

a. Bimbing anak-anak untuk mempunyai kebiasaan menerapkan protokol kesehatan.


Pemerintah gencar melakukan sosialisasi rangkaian protokol kesehatan selama pandemi termasuk sosialisasi untuk anak-anak kita. Rangkaian tersebut terdiri dari mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas. Kelima hal tersebut lebih kita kenal sebagai 5M. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), mencuci tangan sudah terbukti efektif untuk membunuh kuman dan mencegah penyebaran penyakit. Orang tua bisa mulai mengedukasi anak-anak dengan cara mempraktekan 5M agar mereka bisa meniru karena anak-anak cenderung meniru apa yang orang tua mereka lakukan. Selanjutnya, kita bisa memberikan anak-anak masker dengan motif atau warna yang menarik perhatian mereka agar mereka dapat semangat menggunakannya.

nutrisi sehat untuk anak
sumber: yandex.com

b. Menjaga asupan gizi agar anak tetap sehat

Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2019, presentase stunting anak di Indonesia mencapai 30,8% persen. Angka ini cukup mengejutkan dan UNICEF menakutkan hal ini dapat naik selama pandemi ini karena banyak keluarga dari kalangan menengah ke bawah yang ekonominya terdampak. Hal tersebut membuat sulitnya untuk mengakses makanan dengan gizi baik. Hal ini bisa menjadi perhatian kita semua bahwa kita pemberian gizi yang memadai kepada anak memang sangatlah penting.

Nutrisi yang baik bagi anak menurut Ahli Nutrisi Sarah (2020) adalah yang mengandung tiga makronutrien penting yakni karbohidrat, protein, dan lemak baik. Ketiga makronutrien tersebut bisa didapatkan dari daging ayam, hati ayam, daging sapi, ikan, telur dan produk susu. Selain itu, micronutrients juga penting seperti vitamin, mineral, dan kalsium yang bisa didapat dari sayuran hijau, buah-buahan, susu, sereal, kacang-kacangan, dan yogurt. Namun, orang tua tidak perlu khawatir karena makanan bergizi tidak sama dengan makanan mahal. Sumber nutrisi bagus juga terdapat pada sayuran dan buah-buahan dengan harga terjangkau.

 

anak murung
sumber: yandex.com

2. Menjaga mental anak agar tetap sehat

Tidak dipungkiri lagi bahwa pandemi ini membatasi pergerakan anak-anak. Mereka jadi sulit untuk bersosialisasi dan bermain dengan teman sebayanya karena mereka harus tetap berada di rumah. Tidak sedikit dari mereka yang menjadi sedih, murung, dan bahkan depresi. Maka dari itu, penting bagi orang tua untuk memberikan edukasi mengenai alasan mengapa mereka harus selalu berada di rumah. Bagian terpentingnya adalah pesan inti agar kesehatan mental mereka tetap terjaga di masa pandemi.

Menurut Professor DeFlorio (2020) yang merupakan Professor pengembangan manusia, kita bisa memulai dengan mengajaknya berdiskusi mengenai apa itu pandemi COVID-19, bagaimana COVID-19 menyebar, dan bagaimana cara untuk mencegah diri sendiri dari COVID-19. Setelah itu, kita bisa memberikan solusi dengan mengatakan bahwa mereka tetap bisa bermain bersama teman mereka melalui medium online meeting seperti Zoom dan Google Meets. Selain itu, kita juga menjadi lebih fleksibel dengan anak-anak dengan memberikan mereka lebih banyak waktu untuk melakukan hal-hal positif yang mereka sukai. Orang tua juga bisa sesekali bertanya dan ikut bergabung mengikuti kegiatan mereka agar kita bisa menjadi lebih dekat dan hangat dengan anak-anak.

 

Sumber:

https://www.haibunda.com/parenting/20210628202116-60-223017/6-cara-menjaga-kesehatan-anak-di-masa-pandemi-covid-19

https://www.litbang.kemkes.go.id/menggembirakan-angka-stunting-turun-31-dalam-setahun/

https://www.cdc.gov/handwashing/index.htmlhttps://primayahospital.com/gizi/gizi-yang-baik-untuk-anak/

https://www.unr.edu/nevada-today/news/2020/atp-taking-care-of-kids-during-pandemic

https://www.nutritionforkids.com.au/learn/macronutrients-kids

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *